Pikiran Dan Emosi Dapat ? - Katina Kesehatan

Pikiran Dan Emosi Dapat ?

Pikiran Dan Emosi Dapat ? - Katina Kesehatan

Katina Kesehatan - (Artikel ini dicatat dengan arah memberikan info jalinan di antara pemikiran, emosi, serta kesehatan, serta untuk memberikan keinginan jika masih ada kesempatan untuk pulih dari sakit “berat” dengan pendekatan berlainan jadi komplemen aksi medis. Pembaca dianjurkan selalu untuk memprioritaskan konsultasi ke dokter atau jalani tidakan medis jika sakit.) 

Waktu lalu di celah acara seminar, satu diantara peserta berdiskusi dengan saya tentang keadaan kesehatannya. Rekanan ini ialah pelaku bisnis sukses, usianya baru seputar 30an, serta telah lima tahun menanggung derita penyakit autoimun, ankylosing spondylitis. Rekanan ini rasakan lehernya sakit setiap saat dia melihat. Dia mengatakan jika penyakit ini tidak ada obatnya, tidak dapat pulih, disebabkan karena oleh kelainan gen. 

Apakah benar semuanya sebab gen? Jika benar sebab gen, dapatkah keadaan ini sembuh? Awalnya, dia dalam keadaan sehat, bugar. Tetapi, entahlah apa yang berlangsung kepadanya, dia jadi sakit. Bisakah kita merubah kerja gen untuk kebaikan, kesembuhan, serta kesehatan? 

Kelainan gen tunggal yang merubah hidup manusia serta menyebabkan penyakit seperti Huntington’s disease (HD), beta thalasemia, serta cystic fibrosis, hanya sebesar 2%. Sebagian besar manusia, 98%, lahir dengan gen-gen yang semestinya dapat membuat kita hidup sehat serta bahagia. Penyakit sebagai momok manusia kekinian seperti diabet, sakit jantung, serta kanker, bukan sebab dampak gen tunggal, tetapi ialah karena atau hasil hubungan banyak gen serta unsur lingkungan. 

James Watson, Ph.D., serta Francis Crick, Ph.D., ialah penemu susunan DNA double helix, yang mengatakan, di jurnal Nature, keluar tahun 1970, jika keadaan biologis manusia dipastikan seutuhnya oleh gen. Sampai sekarang ini, dogma ini masih kuat merubah pandangan pemula. 

Pergesaran pola mengagumkan berlangsung waktu ilmuwan pada akhirnya sukses memetakan gen manusia lewat Human Genome Proyek (HGP). HGP dimulai tahun 1990 serta selesai tahun 2003. Sebelumnya beberapa ilmuwan mengharap bisa temukan 140.000 gen berlainan. Angka ini datang dari 100.000 type protein yang berada di badan manusia serta 40.000 protein pengontrol yang diperlukan untuk bikin protein yang lain, serta tiap gen membuahkan protein detil. 

Diakhir project pemetaan gen manusia, tahun 2003, beberapa ilmuwan cuma temukan 23.688 gen. Dari dogma Watson terlihat jelas jika jumlahnya gen yang terpetakan tidak searah dengan jumlahnya protein yang ada serta membuat susunan badan manusia. 

Satu peluang yang dapat berlangsung hanya gen-gen ini bekerja bersama dengan gabungan tersendiri, ada yang “nyala” (aktif) serta “padam” (tidak aktif) dalam tempo bertepatan di sel. Sama seperti dengan lampu pohon natal yang menyala serta padam. Gabungan “nyala” serta “padam” ini memastikan type protein yang dibuat. 

Gen digolongkan berdasarkan stimulus yang aktifkan serta menonaktifkan mereka. Ada experience-dependent gen atau activity dependent gen yakni gen yang aktif waktu satu orang belajar hal baru, alami pengalaman baru, atau sedang dalam proses pengobatan. Gen-gen ini membuahkan sintesa protein serta senyawa kimiawi yang memberikan perintah pada stem sel untuk menjadi sel yang diperlukan untuk pengobatan. 

Behavioral-state-dependent gen jadi aktif waktu individu mengalami keadaan emosi intensif, depresi, atau alami bermacam keadaan kesadaran yang berlainan, terhitung waktu kita sedang punya mimpi. Gen-gen ini menyambungkan pemikiran serta badan. 

Bagaimana pemikiran pengaruhi gen 

Bagaimana pemikiran serta emosi sampai dapat merubah gen dalam pokok sel? 


Waktu kita berpikir serta rasakan emosi tersendiri otak membuahkan senyawa kimiawi yang disebutkan neuropeptida. Neuropeptida ini berperan jadi pembawa pesan serta menebar ke beberapa sel di semua badan serta cari reseptor atau docking station yang sesuai dengan agar bisa mengemukakan pesan pada DNA dalam sel. Ini sama dengan kita masukkan flashdisk ke USB-port di laptop serta seterusnya mengambil datanya ke computer. 

Lewat gen-gen berikut pada akhirnya dipahami bagaimana kita bisa merubah kesehatan badan lewat keadaan pemikiran serta badan untuk tingkatkan kesehatan, ketahanan fisik, serta kesembuhan. 

Hasil dari riset diketemukan jika hampir 90% gen dikuasai oleh hubungan dengan keluarga, lingkungan, tempat kerja, rekan, rekanan kerja, depresi, makanan, pola hidup, praktik spiritual, keadaan emosi, dan lain-lain. 

Analisa terbaru di bagian genetika temukan jika unsur di luar sel merubah gen. Ini diberi nama epigenetics yang dengan harafiah bermakna “control above genetics” atau “kendali atas gen”. Unsur ini dapat yang berasal di luar sel, masih di badan, serta dapat berasal di luar diri individu seperti hubungan dengan lingkunan, keluarga, rekan, rekanan kerja, depresi, emosi, pemikiran, polusi, makanan, pola hidup, praktik spiritual, keadaan emosi, dan lain-lain. 

Epigenetics mengatakan jika nasib kita tidak seutuhnya dipastikan oleh gen-gen kita serta pergantian keadaan kesadaran manusia bisa membuahkan pergantian fisik, baik pada susunan serta peranan di badan manusia. 

Contoh riil epigenetics ialah pada kembar sama dengan DNA yang sama persis. Bila merujuk pada pengakuan jika semua penyakit dipastikan oleh gen – genetic predeterminism, bermakna ke-2 kembar ini punyai ekspresi gen yang sama serta sakit yang sama. 

Tetapi nyatanya tidak demikian. Kembar sama dapat punyai gen yang sama tetapi keadaan fisik atau kesehatan yang berlainan. Studi epigenetics menimbulkan satu pertanyaan penting: Bagaimana jika kita tidak bisa merubah lingkungan external? 

Bagaimana jika kita lakukan hal sama tiap hari, berjumpa orang yang sama pada saat yang sama tiap hari – beberapa hal yang menyebabkan pengalaman yang sama serta membuahkan emosi yang sama yang memberikan signal pada gen-gen lewat cara yang sama? 

Sepanjang kita lihat atau jalani hidup dengan kacamata waktu dulu serta bereaksi pada keadaan yang kita alami memakai jaringan otak yang sama, rasakan emosi yang sama, karena itu senyawa kimiawi yang dibuat otak, neurotransmitter serta neuropeptida yang menebar ke beberapa sel badan, yang bertindak jadi pembawa pesan (messenger), ialah sama, serta kita kirim signal yang sama pada gen-gen yang sama, serta membuat gen-gen ini aktif atan nonaktif lewat cara yang sama, serta menyebabkan keadaan kita masih sama. 

Dalam kata lain, badan kita tinggal di waktu dulu. Satu diantara karena penting serta paling kuat dari pergantian epigenetics ialah depresi. Depresi mengakibatkan badan kehilangan kesetimbangan (homeostasis). Ada tiga bentuk depresi: depresi fisik (trauma), depresi kimiawi (toksin), serta depresi emosi (takut, cemas, kerepotan, terluka, geram, tidak suka, dan lain-lain). 

Bahaya depresi 

Tiap bentuk depresi ini bisa menyebabkan berlangsungnya 1.400 reaksi kimia serta membuahkan lebih dari 30 hormon. Waktu senyawa kimiawi/hormon ini terpicu, pemikiran merubah badan lewat skema saraf otonom serta kita alami keterhubungan pemikiran serta badan. 

Tragisnya, rasakan atau alami depresi berbentuk adaptif, tujuannya semua makhluk hidup diprogram untuk dapat alami depresi periode pendek untuk memobilisasi serta memakai semua sumber daya yang mereka punya untuk menangani keadaan darurat. 

Waktu kita rasakan terdapatnya intimidasi di lingkungan, riil atau cuma dalam pemikiran, repson musuh atau lari (fight or flight) aktifkan skema saraf simpatik (subsistem dari skema saraf otonom), serta denyut jantung bertambah, tekanan darah naik, otot menegang, hormon seperti adrenalin serta kortisol membanjiri badan mempersiapkan kita untuk selamatkan diri lewat proses musuh atau lari. 

Sesudah melalui waktu darurat, contohnya sukses selamat dari kejaran anjing liar, badan akan kembali pada keadaan normal, homeostasis, selekasnya sesudah kita merasakan aman atau ada dalam tempat yang aman. Berikut langkah badan kita direncanakan. Badan dapat keluar dari keadaan homeostasis tetapi cuma untuk waktu yang singkat, sampai bahaya melalui. 

Hal sama berlangsung di dunia kekinian. Saat mengemudikan mobil serta mendadak ada pengemudi lain memangkas jalan kita, untuk sesaat kita mungkin terkejut serta geram. Ini dapat kita alami bukan sekedar di perasaan tetapi khususnya di badan Kita. Ini ialah tanggapan depresi. Sesaat sesudah mengerti jika kita tidaklah sampai menabrak atau tertabrak, kita jadi kembali santai. 

Tanggapan depresi dapat juga berlangsung waktu kita mengingat insiden di waktu dulu, yang berisi muatan emosi negatif intensif tetapi belum teratasi, atau memikirkan insiden di waktu depan, yang memunculkan emosi negatif. 

Semuanya menyebabkan kita hidup dalam model survival yang riil tetapi tidak riil. Serta setiap saat kita rasakan emosi tersendiri, otak membuahkan neuropeptida yang akan menebar ke beberapa sel di semua badan serta merubah gen-gen yang ada di pokok sel. 

Jika emosi yang dirasa ialah emosi negatif karena itu gen-gen ini akan dipengaruhi dengan negatif. Sebalilknya jika yang dirasa ialah emosi positif karena itu gen-gen akan dipengaruhi dengan positif. Dalam model fight-flight, daya kehidupan dimobilisasi serta dipakai oleh badan untuk menantang atau lari. Tetapi, jika badan tidak kembali pada homeostasis, sebab kita terus merasakan atau meyakini ada bahaya, daya penting ini hilang tidak berbekas. 

Daya kehidupan yang diperlukan untuk perkembangan sel atau pengobatan terpakai untuk arah lain. Komunikasi antarsel terhalang. Semua skema diri konsentrasi cuma pada usaha keselamatan hidup dengan fisik. Skema imun serta endokrin melemah sebab gen-gen pada daerah yang terkait dengan beberapa fungsi ini terusik. 

Ini sama dengan 98 % sumberdaya yang ada di satu negara semua dipakai untuk pertahanan, serta tidak ada yang masih ada untuk membuat infrastruktur, skema komunikasi, produksi makanan, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. 

Periset di Ohio State Universty Medical Center temukan lebih dari 170 gen yang dipengaruhi oleh depresi, 100 salah satunya betul-betul “off” (terhitung banyak salah satunya ialah gen yang memfasilitasi pembentukan protein untuk pengobatan). Beberapa peniliti memberikan laporan jika cedera pada pasien yang alami depresi perlu waktu 40 % lebih lama untuk pulih. Depresi yang kita alami berlainan dari waktu ke waktu. 

Depresi di waktu saat ini dapat ada dari banyak keadaan atau karena seperti karena desakan pekerjaan, berupaya penuhi sasaran perusahaan, keadaan finansial yang kurang baik, kuatir akan hari esok, kerja berlebihan serta kurang istirahat, memastikan sasaran pribadi begitu tinggi hingga diri merasakan tidak berkapasitas, lingkungan atau suasan kerja yang tidak aman, permasalahan rumah tangga, serta beberapa permasalahan yang lain. 

Depresi seringkali dihadapi satu orang karena sudut pandang yang salah. Keadaan, insiden, atau kondisi yang sebetulnya tak perlu jadi permasalahan, dapat jadi permasalahan (besar) serta menyebabkan depresi sebab sikap serta sudut pandang yang salah. Serta waktu depresi berjalan dalam tempo lama, yang kita ucap depresi akut, badan dipengaruhi, tidak dapat bekerja maksimal, jadi tidak sehat atau bahkan juga sakit. 

Sehat karena pemikiran 

Sehat Karena Pemikiran 


Tiap bentuk pemikiran yang kita pikirkan, baik yang menyenangkan ataukah tidak menyenangkan/depresi, tiap emosi yang kita alami, serta tiap insiden yang kita alami, bisa jadi pemicu pergantian epigenetics dari beberapa sel badan. Dengan mengerti keterhubungan pemikiran, emosi, serta pergantian epigenetics kita bisa membalik proses yang membuat kita sakit. 

Triknya, pertama dengan menetralkan emosi-emosi negatif yang sampai kini terus dirasa serta menganggu hidup kita. Emosi negatif, yang ialah depresi, harus di hilangkan secepat-cepatnya serta setuntasnya. Setelah itu dengan memrogram pemikiran bawah sadar untuk sampai keadaan badan sehat. 

Kunci untuk memrogram pemikiran bawah sadar untuk kesembuhan serta kesehatan dengan rileksasi mental serta fisik yang dalam (deep trance) yang dipadukan dengan tehnik sensualisasi yang pas, serta rasakan emosi positif detil serta intensif. 

Keterangan detail tehnik memproses pemikiran, perasaan, serta badan untuk kesembuhan serta kesehatan akan panjang jika diterangkan di sini. Tehnik ini yang saya sampaikan pada satu diantara client pasien kanker tulang fase empat untuk lengkapi perawatan medis yang dia lalui. Beberapa sel kankernya sudah menebar ke tulang rusuk serta tulang belakang L2 serta L5. 

Dengan teratur mengaplikasikan tehnik pengobatan berbasiskan sensualisasi serta emosi positif, hasilnya client dikatakan pulih keseluruhan. Hasil PET Scan tunjukkan dia sudah betul-betul bersih. 

Dua riset penting 

Dua riset penting mengenai dampak rileksasi mental serta fisik yang dalam serta emosi positif yang menyebabkan pergantian epigenetics untuk tingkatkan kesehatan diadakan di Benson-Henry Institute for Mind Bodi Medicine di Massachusetts General Hospital di Boston. 

Rileksasi mental serta fisik yang dikerjakan mempunyai tujuan untuk membuahkan perasaan tenang, damai, benar-benar menyenangkan, serta lihat pengaruhnya pada ekspresi gen. Dalam riset pertama, tahun 2008, dua puluh relawan mendapatkan kursus sepanjang delapan minggu mempraktikan tehnik yang terkait dengan pemikiran serta badan (terhitung beberapa macam meditasi, yoga, serta doa repetitif) yang mempunyai tujuan membuahkan tanggapan rileksasi, satu keadaan fisik yang benar-benar santai serta nyaman. 

Riset ini menyertakan sembilan belas meditator memiliki pengalaman. Diakhir waktu riset, meditator pemula tunjukkan pergantian pada 1.561 gen (874 alami upregulated untuk kesehatan serta 687 downregulated untuk depresi), penurunan tekanan darah, denyut jantung serta napas. Sesaat pegiat memiliki pengalaman tunjukkan ekspresi 2.209 gen. Sejumlah besar pergantian genetik ini tingkatkan tanggapan badan pada depresi psikologis akut. 

Riset ke-2, tahun 2013, temukan jika tanggapan rileksasi menyebabkan pergantian ekspresi gen sesudah cuma satu session rileksasi mental serta fisik baik pada beberapa pemula atau pegiat memiliki pengalaman. Gen yang alami upregulated diantaranya yang merubah peranan kebal badan, metabolisme, daya, serta sekresi insulin, sesaat gen yang alami downregulated diantaranya yang behubungan dengan radang serta depresi. 

Dari paparan di atas bisa diambil kesimpulan banyak hal penting tersebut: 

- Pemikiran, otak, serta badan sama-sama tersambung serta merubah satu pada lainnya. 

- Bentuk pemikiran serta emosi yang kita pikirkan atau rasakan tiap hari membuat siapa kita pada level seluler. 

- Betuk pemikiran serta emosi yang sama membuahkan dampak yang sama pada beberapa sel badan serta menyebabkan keadaan badan yang sama, dapat sehat atau sakit. 

- Waktu pikirkan atau rasakan hal yang berlainan, kita merubah skema listrik otak serta mengawali dampak sistemik yang mencakup pergantian pada tegangan otot, irama napas, serta saluran neurotransmitter serta hormon.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyakit Yang Menyerang Para Pendaki - Katina Kesehatan

Tips Menjaga Kesehatan Tulang - Katina Kesehatan

Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru - Katina Kesehatan